KATA PENGANTAR
Ucapan puji dan
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya,
sehingga saya dan teman-teman mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “SKOLASTIK”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi.
Kami menyadari
bahwa selama penulisan makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan dari
berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada “Dr.
Sutikno, SE., ME” selaku dosen pengampu mata kuliah Mata Kuliah Sejarah
Pemikiran Ekonomi yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini,
serta teman-teman yang telah membantu dan memotivasi untuk menyelesaikan
penyusunan makalah ini.
Kami juga
menyadari bahwa dalam menyelesaikan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
baik dalam sistematika,penulisan, dan
lain sebagainya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat sangat membantu bagi saya dan teman sekelompokku agar lebih membangun
selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya, semoga makalah ini bisa
bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca. Aamiin.
Bangkalan, 16 Maret 2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR..............................................................................................................
i
DAFTAR
ISI............................................................................................................................
ii
BAB
I:
PENDAHULUAN.......................................................................................................
1
1.1 LATAR
BELAKANG...........................................................................................
2
1.2 RUMUSAN
MASALAH.......................................................................................
3
1.3 TUJUAN.................................................................................................................
4
1.4 METODOLOGI
PENULISAN............................................................................
5
BAB
II: PEMBAHASAN........................................................................................................
6
2.1 PENGERTIAN
SKOLASTIK..............................................................................
7
2.2 TOKOH-TOKOH PEMIKIRAN
SKOLASTIK................................................ 8
2.3 FAKTOR APA YANG MELATAR
BELAKANGI........................................... 8
2.4 MASA
SKOLASTIK.............................................................................................
9
BAB
III: PENUTUP..............................................................................................................
10
3.1
KESIMPULAN....................................................................................................
11
3.2 KRITIK DAN
SARAN........................................................................................
10
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................................
11
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Walaupun
persoalan ekonomi sudah ada sejak zaman purbakala, analisis rinci tentang usaha
untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi tersebut belum tampak hingga abad ke-XV.
Menurut Landerth (1976), harus sejak abad ke 15, ketika masyarakat petani Eropa
memulai proses industrialisasi, cabang ilmu sosial yang berhubungan dengan
analisis ekonomi muncul. Kemunculan tersebut karena lahirnya
pemikiran-pemikiran ekonomi dari kaum skolastik (scholasticism). Ciri utama
dari aliran ekonomi skolastik adalah kuatnya hubungan antara ekonomi dengan
masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Hal ini tidak lain
karena jaran-ajaran skolastik mendapat pengaruh yang sangat kuat dari ajaran
gereja.
Pada
zaman pertengahan (medieval), ajaran-ajaran gereja memang jauh lebih dominan
dibanding ekonomi. Begitu juga konstribusi khusus penulis-penulis medieval
terhadap teknik ekonomi lemah. Asumsi-asumsi mereka adalah: bahwa kepentingan
ekonomi adalah sub-ordinat dari pengorbanan (salvation), dan bahwa perilaku
ekonomi adalah salah satu aspek perilaku pribadi yang terikat dengan
aturan-aturan moralitas. Orang masa itu menganggap kekayaan materi perlu sebab
tanpa materi orang tidak bisa menghidupi diri sendiri, apalagi menolong orang
lain. Bagaimanapun juga, motif ekonomi sangat dikecam. Pandangan gereja tentang
perdagangan dapat digambarkan oleh kalimat: “The merchant can scarcely or never
be pleased to God”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
pada latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat rumusan masalah
sebagai berikut:
a.
Apa pengertian skolastik ?
b.
Siapa tokoh-tokoh kaum skolastik ?
c.
Apa saja faktor yang melatar belakangi
munculnya pemikiran skolastik ?
d.
Apa saja masa-masa skolastik ?
1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah
ini yaitu dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada ekonomi dimasa
skolastik, dan disini kami membahas para tokoh-tokoh yang ikut andil
didalamnya.
1.4 Metodologi Penulisan
Pada pembuatan makalah ini metode yang kami
gunakan dalam mengumpulkan data yaitu dari buku-buku mengenai sejarah
perkembangan ekonomi dan sebagian data dari internet. Sehingga apabila dalam
penulisan makalah ini ada kata-kata atau kalimat yang
hampir sama dari sumber atau penulis lain harap
dimaklumi karena unsur ketidaksengajaan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian skolastik
Istilah
skolastik adalah sifat yang berasal dari kata school, yang berati sekolah. Jadi, skolastik berarti aliran
ataukaitan dengan sekolah. Perkataan skolastik merupakan corak khas dari
sejarah filsafat abad pertengahan.
Istilah
skolastik ini berasal dari bahasa latin “Scholacticus”
yang berarti murid, sebagai suatu gerakan filsafat dan keagamaan yang berupaya
mengadakan sintesa antara akal budi manusia dengan keimanan. Atau menerapkan
metafisika Yunani ke dalam keyakinan Kritiani, dalam hal ini metode yang
digunakan adalah disputatio, yaitu
membandingkan argumentasi antara yang pro dan kontra.
Istilah
ini pertama kali muncul di Ghalia dengan tokohnya Abaelardus, Anselmus dan
Petrus Lombardus, dan mengalami kejayaan pada abad 12 dengan tokohnya Thomas
Aquinas, Beraventura, Dun scotus dan Ockham.
Terdapat
beberapa pengertian dari corak khas skolastik, yakni sebagai berikut
a.
Filsafat skolastik adalah filsafat yang
mempunyai corak semata-mata agama.
b.
Filsafat skolastik adalah filsafat yang
mengabdi pada teologi atau filsafat yang rasional memecahkan
persoalan-persoalan mengenai berpikir, sifat ada, kejasmanian, dan baik buruk.
c.
Filsafat skolastik adalah suatu sistem
filsafat yang termasuk jajaran pengetahuan alam kodrat, akan dimasukan kedalam
bentuk sintesis yang lebih tinggi antara kepercayaan dan akal.
d.
Filsafat skolastik adalah filsafat
nasrani karena banyak yang dipengaruhi oleh ajaran gereja.
Pemikiran kaum skolastik menekankan pada
kuatnya hubungan ekonomi dengan masalah etika, serta besarnya perhatian pada
masalah keadilan. Hal ini disebabkan karena tokoh-tokoh aliran tersebut
dipengaruhi dengan kuat oleh ajaran gereja. Pada zaman pertengahan,
ajaran-ajaran gereja memang jauh lebih dominan disbanding ekonomi. Begitu juga
kontribusi khusus penulis-penulis abad pertengahan terhadap teknik teori
ekonomi lemah. Asumsi yang dipakai adalah kepentingan ekonomi adalah
sub-ordinat dari pengorbanan, serta perilaku ekonomi adalah salah satu aspek
perilaku abadi yang terikat dengan aturan-aturan moralitas. Orang di jaman itu
menganggap kekayaan materi perlu sebab tanpa materi tidak bias menghidupi diri
sendiri, apalagi menolong orang lain. Bagaimanapun juga, motif ekonomi sangat
dikecam, digambarkan dengan kalimat “the merchant can scarely or never be
pleased to God”.
2.2 Tokoh-Tokoh pemikiran kaum skolastik
- Albertus Magnus
Di
samping sebagai birawan, Albertus Mangnus juga dikenal sebagai cendikiawan Abad
Pertengahan. Ia lahir dengan nama Albert Von Bollstadt yang juga dikenal
sebagai “Doktor Universalis” dan “Doktor Magnus”, kemudian bernama
AlbertusMangnus (Albert the Great).
Ia mempunyai kepandaian luar biasa. Di universitas Padua ia belajar artes liberalis, ilmu-ilmu pengetahuan alam, kedokteran,
filsafat Aristoteles, belajar teologi di Bologna, dan masuk ordo Dominican
tahun 1223, kemudia masuk ke Koln Jerman menjadi dosen filsafat dan teologi.
Selain
daripada itu ia juga mengantarkan ajaran Aristotelesdi Eropa Barat, yang oleh
karenanya telah membuka keterangan yang baru bagi pemikiran Kristiani terhadap
gagasan-gagasan dasar filsafat Aristoteles. Lebih dari siapa pun ia telah
memperkenalkan Aristotles kepada dunia Barat. Sekalipun demikian ia tetap setia
kepada beberapa dalil Neoplatonisme bahkan telah memperkuat pengaruh
Neoplatonisme dengan keterangannya yang mengenai ajaran Dionision dan
Areopagos.
2. Thomas Aquinas
Thomas Aquinas (1225,
Aquino, Italia – Fossanova, Italia, 7 Maret 1274), kadangkala juga disebut
Thomas dari Aquino (bahasa Italia: Tommaso d’Aquino) adalah seorang filsuf dan
ahli teologi ternama dari Italia. Ia terutama menjadi terkenal karena dapat
membuat sintesis dari filsafat Aristoteles dan ajaran Gereja Kristen.
Sintesisnya ini termuat dalam karya utamanya: Summa Theologiae (1273). Ia
disebut sebagai "Ahli teologi utama orang Kristen." Bahkan ia
dianggap sebagai orang suci oleh Gereja Katholik dan memiliki gelar
santo. Selain itu juga merupakan merupakan pengikut Albertus Magnus yang juga
seorang teolog dan filsuf dari Italia.selain sebagai pengikut Albertus Magnus,
pandangan Tomhas Aquinas banyak dipengaruhi oleh pandangan Aristoteles serta
ajaran Injil.
Dalam bukunya yang
berjudul Summa Theologica, Thomas Aquinas berpendapat bahwa memungut bunga dari
uang yang dipinjamkan adalah tidak adil karena sama saja dengan menjual sesuatu
yang sebenarnya tidak ada. Pandangan tersebut sama dengan apa yang dilontarkan
oleh Aristoteles yang mengutuk penarikan bunga, sebab bunga adalah keuntungan
dari sesuatu yang dilakukan tanpa usaha an biaya.
Pandangan Thomas
Aquinas ini sudah tidak berlaku lagi sekarang. Dengan meminjamkan uang kepada
orang lain, si pemilik uang tidak akan mendapat manfaat saat ini dari uang yang
dimilikinya. Jika seseorang meminjamkan uangnya kepada orang lain dan kemudian
orang itu memanfaatkan uang tersebut untuk kegiatan usaha yang menguntungkan,
maka sudah wajar jika si pemberi pinjaman diberi kompensasi atas kesempatan
untuk mendapat untung (oppotunity cost) yang telah diberikan kepada sipeminjam,
disamping kemungkinan bahwa si peminjam tidak dapat mengembalikan pinjamannya.
Melihat adanya kebenaran dalam pendapat Thomas Aquinas tersebut, maka pendapat
itu selanjutnya dikembangkan dan disempurnakan sehingga menjadi suatu
pembenaran dalam penetapan beban bunga atas transaksi pinjam meminjam uang.
Kehidupan Thomas Aquinas
Aquinas merupakan teolog skolastik yang terbesar. Ia adalah murid Albertus
Magnus. Albertus mengajarkan kepadanya filsafat Aristoteles sehingga ia sangat
mahir dalam filsafat itu. Pandangan-pandangan filsafat Aristoteles
diselaraskannya dengan pandangan-pandangan Alkitab. Ialah yang sangat berhasil
menyelaraskan keduanya sehingga filsafat Aristoteles tidak menjadi unsur yang
berbahaya bagi iman Kristen. Pada tahun 1879, ajaran-ajarannya dijadikan
sebagai ajaran yang sah dalam Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII.
Thomas dilahirkan di
Roccasecca, dekat Aquino, Italia, tahun 1225. Ayahnya ialah Pangeran Landulf
dari Aquino. Orang tuanya adalah orang Kristen Katolik yang saleh. Itulah
sebabnya anaknya, Thomas, pada umur lima tahun diserahkan ke biara Benedictus
di Monte Cassino untuk dibina agar kelak menjadi seorang biarawan. Setelah
sepuluh tahun Thomas berada di Monte Cassino, ia dipindahkan ke Naples untuk
menyelesaikan pendidikan bahasanya. Selama di sana, ia mulai tertarik kepada
pekerjaan kerasulan gereja, dan ia berusaha untuk pindah ke Ordo Dominikan,
suatu ordo yang sangat berperanan pada abad itu. Keinginannya tidak direstui
oleh orang tuanya sehingga ia harus tinggal di Roccasecca setahun lebih
lamanya. Namun, tekadnya sudah bulat sehingga orang tuanya menyerah kepada
keinginan anaknya. Pada tahun 1245, Thomas resmi menjadi anggota Ordo
Dominikan.
Sebagai anggota Ordo
Dominikan, Thomas dikirim belajar pada Universitas Paris, sebuah universitas
yang sangat terkemuka pada masa itu. Ia belajar di sana selama tiga tahun (1245
-- 1248). Di sinilah ia berkenalan dengan Albertus Magnus yang memperkenalkan
filsafat Aristoteles kepadanya. Ia menemani Albertus Magnus memberikan kuliah
di Studium Generale di Cologne, Perancis, pada tahun 1248 - 1252.
Pada tahun 1252, ia
kembali ke Paris dan mulai memberi kuliah Biblika (1252-1254) dan Sentences,
karangan Petrus Abelardus (1254-1256) di Konven St. Jacques, Paris. Kecakapan
Thomas sangat terkenal sehingga ia ditugaskan untuk
memberikan kuliah-kuliah dalam bidang filsafat dan teologia di beberapa
kota di Italia, seperti di Anagni, Orvieto, Roma, dan Viterbo, selama sepuluh
tahun lamanya. Pada tahun 1269, Thomas dipanggil kembali ke Paris. Ia hanya
tiga tahun berada di sana karena pada tahun 1272 ia ditugaskan untuk membuka
sebuah sekolah Dominikan di Naples.
Dalam perjalanan menuju
ke Konsili Lyons, tiba-tiba Thomas sakit dan meninggal di biara Fossanuova, 7
Maret 1274. Paus Yohanes XXII mengangkat Thomas sebagai orang kudus pada tahun
1323.
2.3 Faktor yang melatar belakangi munculnya pemikiran
skolastik
1.
Faktor Religius
Maksud faktor religius adalah keadaan
lingkungan saat itu yang berkehidupan religius. Mereka beranggapan bahwa hidup
di dunia ini suatu perjalanan ke tanah suci Yerussalem, dunia ini
bagaikan negeri asing dan sebagai tempat pembuangan limbah air mata
saja (tempat kesedihan). Sebagai Dunia yang menjadi tanah airnya adalah
surga.Manusia tidak dapat sampai ke tanah airmya (Surga) dengan kemampuan
sendiri, sehingga harus ditolong.
Karena manusia itu menurut sifat
kodratnya mempunyai cela atau kelemahan yang dilakukan (diwariskan) oleh Adam,
mereka juga berkeyakinan bahwa Isa anak Tuhan berperan sebagai pembebas dan
pemberi bahagia.Ia akan memberi pengampunan sekaligus menolongnya. Maka, hanya
dengan jalan pengampunan inilah manusia dapat tertolong
agar dapat mencapai tanah airnya (surga). Anggapan dan keyakinan inilah yang
dijadikan dasar pemikiran filsafatnya.
2.
Faktor Ilmu Pengetahuan
Pada saat itu telah banyak didirikan
lembaga pengajaran yang diupayakan oleh biara-biara, gereja, ataupun dari
keluarga istana. Kepustakaannya diambilkan dari para penulis latin, Arab
(Islam), dan Yunani.
2.4 Masa Skolastik
Masa skolastik terbagi menjadi tiga
periode, yaitu:
1.
Skolastik awal berlangsung dari tahun 800-1200.
2.
Skolastik puncak berlangsung dari tahun 1200-1300.
3.
Skolastik akhir berlangsung dari tahun 1300-1450.
- Skolastik Awal
Sejak abad ke-5 hingga ke-8 Masehi,
pemikiran filsafat Patristik mulai merosot, terlebih lagi pada abad ke-6 dan 7
dikatakan abad kacau.Hal ini disebabkan pada saat itu terjadi serangan terhadap
Romawi sehingga kerajaan Romawi beserta peradabanya ikut runtuh yang telah
dibangun selama berabad-abad.
Baru pada abad ke-8 Masehi, kekuasaan
berada dibawah Karel Agung (742-814) dapat memberikan suasana ketenangan dalam
bidang politik, kebudayaan dan ilmu pengetahuan, termasuk kehidupan manusia dan
pemikiran filsafat yang semuanya menampakkan mulai adanya kebangkitan.
Kebangkitan inilah yang merupakan kecemerlangan abad pertengahan, dimana arah
pemikirannya berbeda sekali dengan sebelumnya.
Saat ini merupakan zaman baru bagi
bangsa Eropa.Hal ini di tandai dengan skolastik yang didalamnya banyak
diupayakan pengembangan ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah.Pada mulanya
skolastik ini timbul pertama kalinya di Biar Italia Selatan dan akhirnya sampai
berpengaruh ke Jerman dan Belanda.
Kurikulum pengajarannya meliputi studi
duniawi atau Artes liberals, meliputi tata bahasa, retorika, dialektika( seni
berdiskusi), ilmu hitung, ilmu ukur, ilmu perbintangan, dan musik.
Peter Abaelardus ( 1079-1180 )
Ia dilahirkan di Le Pallet, Prancis. Ia
mempunyai kepribadian yang keras dan pandangannya sangat tajam sehingga sering
kali bertengkar dengan para ahli pikir dan pejabat gereja. Ia termasuk orang
konseptualisme dan sarjana terkenal dalam sastra romantic sekaligus sebagai
rasionalistik, artinya peranan akal dapat menundukan kekuatan iman.Iman harus
mau didahului akal. yang harus dipercaya adalah apa yang telah disetujui atau
dapat diterima oleh akal.
Berbeda dengan Anselmus yang
mengatakan bahwa berpikir harus sejalan dengan iman, Abaelardus memberikan
alasan bahwa berpikir itu ada di luar iman( di luar kepercayaan). Karena itu
sesuai dengan metode dialektika yang tanpa ragu-ragu ditunjukan dalam teologi,
yatiu bahwa teologi harus memberikan tempat bagi semua bukti-bukti.
- Skolastik Puncak
Masa ini merupakan masa kejayaan
skolastik yang berlangsung dari tahun 1200-1300 dan masa ini juga disebut masa
berbunga.Masa itu ditandai dengan munculnya Universitas-universitas dan
ordo-ordo, yang secara bersama-sama ikut menyelenggarakan atau memajukan ilmu
pengetahuan, disamping juga peranan universitas sebagai sumber atau pusat ilmu
pengetahuan dan kebudayaan.
Berikut ini pendapat faktor mengapa masa skolastik mencapai puncaknya.
- Adanaya pengaruh dari
Aristoteles, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina sejak abad ke-12 sehingga sampai abad
ke-13 telah tumbuh menjadi ilmu pengetahuan yang lurus.
- Tahun 1200
didirikan Universitas Almamater di Prancis. Universitas ini
merupakan gabungan dari beberapa sekolah.
- Beridirinya ordo-ordo.
Ordo-ordo inilah yang muncul karena banyaknya perhatian orang terhadap
ilmu pengetahuan sehingga menimbulkan dorongan yang kuat untuk memberikan
suasana yang semarak pada abad ke-13.
- Skolastik Akhir
Masa ini ditandai dengan adanya rasa
jemu terhadap segala macam pemikiran filsafat yang menjadi kiblatnya sehingga
memperlihatkan stagnasi( kemandegan)
William Ockham(1285-1349)
Pendapatnya, pikiran manusia hanya dapat
mengetahui barang-barang dan kejadian-kejadian individual. Konsep-konsep atau
kesimpulan-kesimpulan unmum tentang alam hanya merupakan abstraksi
buatan tanpa kenyataan. Pemikiran yang demikian ini, dapat dilalui hanya lewat
intuisi, bukan logika.
Nicolas causasus ( 1401-1464)
Menurut pendapatnya, terdapat tiga cara
untuk mengenal, yaitu lewat indra, akal, dan intuisi. Dengan indra kita akan
mendapatkan pengetahuan benda-benda berjasad, yang sifatnya tidak sempurna.
Dengan akal kita akan mendapatkan bentuk-bentuk pergertian yang abstrak
berdasar pada sajian atau tangkapan indra. Dengan ituisi, kita akan mendapatkan
pengetahuan yang lebih tinggi.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas kita dapat mengetahui bahwa, pemikiran kaum skolastik
menekankan pada kuatnya hubungan ekonomi dengan masalah etika, serta besarnya
perhatian pada masalah keadilan. Hal ini disebabkan karena tokoh-tokoh aliran
tersebut dipengaruhi dengan kuat oleh ajaran gereja. Pada zaman pertengahan
ajaran-ajaran gereja memang jauh lebih
dominan dibanding ekonomi. Begitu juga kontribusi khusus penulis-penulis abad
pertengahan terhadap teknik teori ekonomi lemah. Asumsi yang dipakai adalah
kepentingan ekonomi adalah sub-ordinat dari pengorbanan serta perilaku ekonomi
adalah salah satu aspek perilaku abadi yang terikat dengan aturan-aturan moralitas.
Metode pemikiran dari skolastik adalah dengan mempertanyakan sesuatu, kemudian
melakukan interpretasi, melakukan proses deduktif dan logika dari pengalaman
manusia dengan didasari kejujuran dan kewenangan.
Orang
dizaman itu menganggap kekayaan materi perlu sebab, tanpa materi semua orang
tidak bisa menghidupi diri sendiri, apalagi menolong orang lain. Bagaimanapun
juga, motif ekonomi sangat dikecam, digambarkan dengan kalimat “The Merchant
Can Scarely or Never be Pleased to God”. Tokoh-tokoh yang sepaham dengan aliran
ini adalah antara lain Peter Abaelardus, Albertus Magnus, Thomas Aquinas,
William Ockham, dan Nicolas Cusaus.
3.2 KRITIK DAN SARAN
Demikianlah
makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila didalam
makalah ini terdapat kesalahan atas kelalaian penulis, maka penulis mohon maaf
yang sebesar-besarnya. Kerena penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan dan
keterbatasan pengetahuan, sehingga makalah ini belum begitu sempurna. Oleh
karena itu penulis mohon maaf terutama kepada bapak dosen pengampu yang telah
berbaik hati dalam meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu.
DAFTAR PUSTAKA
Deliarnov. 2012. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN EKONOMI (Edisi Ketiga). Jakarta: Rajawali
Pers.
Achmadi, Asmoro. 2010. Filsafat Umum. Raja Grafindo Persada:
Jakarta
Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad
Saebani. 2008. Filsafat Umum. Pustaka
Setia: Bandung
PumariksaVanderwijh28Januari2014SEJARAHPEMIKIRANEKONOMI;KaumSkolastik
http://.Pumariksa.blogspot.com/2014/01/sejarah-pemikiran-ekonomi-kaum-skolastik.html?m=1(Diakses Pada Tanggal 29, September 2016)