Makalah

Kamis, 29 September 2016

Makalah Ekonomi Pemikiran Kaum Skolastik

KATA PENGANTAR
Ucapan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya, sehingga saya dan teman-teman mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “SKOLASTIK”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi.
Kami menyadari bahwa selama penulisan makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada “Dr. Sutikno, SE., ME” selaku dosen pengampu mata kuliah Mata Kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini, serta teman-teman yang telah membantu dan memotivasi untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Kami juga menyadari bahwa dalam menyelesaikan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dalam  sistematika,penulisan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat sangat membantu bagi saya dan teman sekelompokku agar lebih membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca. Aamiin.






Bangkalan, 16 Maret 2016



Penyusun







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................ ii
BAB I: PENDAHULUAN....................................................................................................... 1
1.1  LATAR BELAKANG........................................................................................... 2
1.2  RUMUSAN MASALAH....................................................................................... 3
1.3  TUJUAN................................................................................................................. 4
1.4  METODOLOGI PENULISAN............................................................................ 5
BAB II: PEMBAHASAN........................................................................................................ 6
2.1 PENGERTIAN SKOLASTIK.............................................................................. 7
2.2 TOKOH-TOKOH PEMIKIRAN SKOLASTIK................................................ 8
2.3 FAKTOR APA YANG MELATAR BELAKANGI........................................... 8
2.4 MASA SKOLASTIK............................................................................................. 9
BAB III: PENUTUP.............................................................................................................. 10
3.1 KESIMPULAN.................................................................................................... 11
3.2 KRITIK DAN SARAN........................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 11













BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Walaupun persoalan ekonomi sudah ada sejak zaman purbakala, analisis rinci tentang usaha untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi tersebut belum tampak hingga abad ke-XV. Menurut Landerth (1976), harus sejak abad ke 15, ketika masyarakat petani Eropa memulai proses industrialisasi, cabang ilmu sosial yang berhubungan dengan analisis ekonomi muncul. Kemunculan tersebut karena lahirnya pemikiran-pemikiran ekonomi dari kaum skolastik (scholasticism). Ciri utama dari aliran ekonomi skolastik adalah kuatnya hubungan antara ekonomi dengan masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Hal ini tidak lain karena jaran-ajaran skolastik mendapat pengaruh yang sangat kuat dari ajaran gereja.
Pada zaman pertengahan (medieval), ajaran-ajaran gereja memang jauh lebih dominan dibanding ekonomi. Begitu juga konstribusi khusus penulis-penulis medieval terhadap teknik ekonomi lemah. Asumsi-asumsi mereka adalah: bahwa kepentingan ekonomi adalah sub-ordinat dari pengorbanan (salvation), dan bahwa perilaku ekonomi adalah salah satu aspek perilaku pribadi yang terikat dengan aturan-aturan moralitas. Orang masa itu menganggap kekayaan materi perlu sebab tanpa materi orang tidak bisa menghidupi diri sendiri, apalagi menolong orang lain. Bagaimanapun juga, motif ekonomi sangat dikecam. Pandangan gereja tentang perdagangan dapat digambarkan oleh kalimat: “The merchant can scarcely or never be pleased to God”.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:
a.       Apa pengertian skolastik ?
b.      Siapa tokoh-tokoh kaum skolastik ?
c.       Apa saja faktor yang melatar belakangi munculnya pemikiran skolastik ?
d.      Apa saja masa-masa skolastik ?
1.3  Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada ekonomi dimasa skolastik, dan disini kami membahas para tokoh-tokoh yang ikut andil didalamnya.
1.4  Metodologi Penulisan
Pada pembuatan makalah ini metode yang kami gunakan dalam mengumpulkan data yaitu dari buku-buku mengenai sejarah perkembangan ekonomi dan sebagian data dari internet. Sehingga apabila dalam penulisan makalah ini ada kata-kata atau kalimat yang

hampir sama dari sumber atau penulis lain harap dimaklumi karena unsur ketidaksengajaan.
































BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian  skolastik
Istilah skolastik adalah sifat yang berasal dari kata school, yang berati sekolah. Jadi, skolastik berarti aliran ataukaitan dengan sekolah. Perkataan skolastik merupakan corak khas dari sejarah filsafat  abad pertengahan.
Istilah skolastik ini berasal dari bahasa latin “Scholacticus” yang berarti murid, sebagai suatu gerakan filsafat dan keagamaan yang berupaya mengadakan sintesa antara akal budi manusia dengan keimanan. Atau menerapkan metafisika Yunani ke dalam keyakinan Kritiani, dalam hal ini metode yang digunakan adalah disputatio, yaitu membandingkan argumentasi antara yang pro dan kontra.
Istilah ini pertama kali muncul di Ghalia dengan tokohnya Abaelardus, Anselmus dan Petrus Lombardus, dan mengalami kejayaan pada abad 12 dengan tokohnya Thomas Aquinas, Beraventura, Dun scotus dan Ockham.
Terdapat beberapa pengertian dari corak khas skolastik, yakni sebagai berikut
a.       Filsafat skolastik adalah filsafat yang mempunyai corak semata-mata agama.
b.      Filsafat skolastik adalah filsafat yang mengabdi pada teologi atau filsafat yang rasional memecahkan persoalan-persoalan mengenai berpikir, sifat ada, kejasmanian, dan baik buruk.
c.       Filsafat skolastik adalah suatu sistem filsafat yang termasuk jajaran pengetahuan alam kodrat, akan dimasukan kedalam bentuk sintesis yang lebih tinggi antara kepercayaan dan akal.
d.      Filsafat skolastik adalah filsafat nasrani karena banyak yang dipengaruhi oleh ajaran gereja.
Pemikiran kaum skolastik menekankan pada kuatnya hubungan ekonomi dengan masalah etika, serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Hal ini disebabkan karena tokoh-tokoh aliran tersebut dipengaruhi dengan kuat oleh ajaran gereja. Pada zaman pertengahan, ajaran-ajaran gereja memang jauh lebih dominan disbanding ekonomi. Begitu juga kontribusi khusus penulis-penulis abad pertengahan terhadap teknik teori ekonomi lemah. Asumsi yang dipakai adalah kepentingan ekonomi adalah sub-ordinat dari pengorbanan, serta perilaku ekonomi adalah salah satu aspek perilaku abadi yang terikat dengan aturan-aturan moralitas. Orang di jaman itu menganggap kekayaan materi perlu sebab tanpa materi tidak bias menghidupi diri sendiri, apalagi menolong orang lain. Bagaimanapun juga, motif ekonomi sangat dikecam, digambarkan dengan kalimat “the merchant can scarely or never be pleased to God”.



2.2  Tokoh-Tokoh pemikiran kaum skolastik
  1. Albertus Magnus
Di samping sebagai birawan, Albertus Mangnus juga dikenal sebagai cendikiawan Abad Pertengahan. Ia lahir dengan nama Albert Von Bollstadt yang juga dikenal sebagai “Doktor Universalis” dan  “Doktor Magnus”, kemudian bernama AlbertusMangnus (Albert the Great). Ia mempunyai kepandaian luar biasa. Di universitas Padua ia belajar artes liberalis, ilmu-ilmu pengetahuan alam, kedokteran, filsafat Aristoteles, belajar teologi di Bologna, dan masuk ordo Dominican tahun 1223, kemudia masuk ke Koln Jerman menjadi dosen filsafat dan teologi.
Selain daripada itu ia juga mengantarkan ajaran Aristotelesdi Eropa Barat, yang oleh karenanya telah membuka keterangan yang baru bagi pemikiran Kristiani terhadap gagasan-gagasan dasar filsafat Aristoteles. Lebih dari siapa pun ia telah memperkenalkan Aristotles kepada dunia Barat. Sekalipun demikian ia tetap setia kepada beberapa dalil Neoplatonisme bahkan telah memperkuat pengaruh Neoplatonisme dengan keterangannya yang mengenai ajaran Dionision dan Areopagos.

2.      Thomas Aquinas
Thomas Aquinas (1225, Aquino, Italia – Fossanova, Italia, 7 Maret 1274), kadangkala juga disebut Thomas dari Aquino (bahasa Italia: Tommaso d’Aquino) adalah seorang filsuf dan ahli teologi ternama dari Italia. Ia terutama menjadi terkenal karena dapat membuat sintesis dari filsafat Aristoteles dan ajaran Gereja Kristen. Sintesisnya ini termuat dalam karya utamanya: Summa Theologiae (1273). Ia disebut sebagai "Ahli teologi utama orang Kristen." Bahkan ia dianggap sebagai orang suci oleh Gereja Katholik dan memiliki gelar santo. Selain itu juga merupakan merupakan pengikut Albertus Magnus yang juga seorang teolog dan filsuf dari Italia.selain sebagai pengikut Albertus Magnus, pandangan Tomhas Aquinas banyak dipengaruhi oleh pandangan Aristoteles serta ajaran Injil.
Dalam bukunya yang berjudul Summa Theologica, Thomas Aquinas berpendapat bahwa memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah tidak adil karena sama saja dengan menjual sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Pandangan tersebut sama dengan apa yang dilontarkan oleh Aristoteles yang mengutuk penarikan bunga, sebab bunga adalah keuntungan dari sesuatu yang dilakukan tanpa usaha an biaya.
Pandangan Thomas Aquinas ini sudah tidak berlaku lagi sekarang. Dengan meminjamkan uang kepada orang lain, si pemilik uang tidak akan mendapat manfaat saat ini dari uang yang dimilikinya. Jika seseorang meminjamkan uangnya kepada orang lain dan kemudian orang itu memanfaatkan uang tersebut untuk kegiatan usaha yang menguntungkan, maka sudah wajar jika si pemberi pinjaman diberi kompensasi atas kesempatan untuk mendapat untung (oppotunity cost) yang telah diberikan kepada sipeminjam, disamping kemungkinan bahwa si peminjam tidak dapat mengembalikan pinjamannya. Melihat adanya kebenaran dalam pendapat Thomas Aquinas tersebut, maka pendapat itu selanjutnya dikembangkan dan disempurnakan sehingga menjadi  suatu pembenaran dalam penetapan beban bunga atas transaksi pinjam meminjam uang.
Kehidupan Thomas Aquinas Aquinas merupakan teolog skolastik yang terbesar. Ia adalah murid Albertus Magnus. Albertus mengajarkan kepadanya filsafat Aristoteles sehingga ia sangat mahir dalam filsafat itu. Pandangan-pandangan filsafat Aristoteles diselaraskannya dengan pandangan-pandangan Alkitab. Ialah yang sangat berhasil menyelaraskan keduanya sehingga filsafat Aristoteles tidak menjadi unsur yang berbahaya bagi iman Kristen. Pada tahun 1879, ajaran-ajarannya dijadikan sebagai ajaran yang sah dalam Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII.
Thomas dilahirkan di Roccasecca, dekat Aquino, Italia, tahun 1225. Ayahnya ialah Pangeran Landulf dari Aquino. Orang tuanya adalah orang Kristen Katolik yang saleh. Itulah sebabnya anaknya, Thomas, pada umur lima tahun diserahkan ke biara Benedictus di Monte Cassino untuk dibina agar kelak menjadi seorang biarawan. Setelah sepuluh tahun Thomas berada di Monte Cassino, ia dipindahkan ke Naples untuk menyelesaikan pendidikan bahasanya. Selama di sana, ia mulai tertarik kepada pekerjaan kerasulan gereja, dan ia berusaha untuk pindah ke Ordo Dominikan, suatu ordo yang sangat berperanan pada abad itu. Keinginannya tidak direstui oleh orang tuanya sehingga ia harus tinggal di Roccasecca setahun lebih lamanya. Namun, tekadnya sudah bulat sehingga orang tuanya menyerah kepada keinginan anaknya. Pada tahun 1245, Thomas resmi menjadi anggota Ordo Dominikan.
Sebagai anggota Ordo Dominikan, Thomas dikirim belajar pada Universitas Paris, sebuah universitas yang sangat terkemuka pada masa itu. Ia belajar di sana selama tiga tahun (1245 -- 1248). Di sinilah ia berkenalan dengan Albertus Magnus yang memperkenalkan filsafat Aristoteles kepadanya. Ia menemani Albertus Magnus memberikan kuliah di Studium Generale di Cologne, Perancis, pada tahun 1248 - 1252.
Pada tahun 1252, ia kembali ke Paris dan mulai memberi kuliah Biblika (1252-1254) dan Sentences, karangan Petrus Abelardus (1254-1256) di Konven St. Jacques, Paris. Kecakapan Thomas sangat terkenal sehingga ia ditugaskan untuk memberikan kuliah-kuliah dalam bidang filsafat dan teologia di beberapa kota di Italia, seperti di Anagni, Orvieto, Roma, dan Viterbo, selama sepuluh tahun lamanya. Pada tahun 1269, Thomas dipanggil kembali ke Paris. Ia hanya tiga tahun berada di sana karena pada tahun 1272 ia ditugaskan untuk membuka sebuah sekolah Dominikan di Naples.
Dalam perjalanan menuju ke Konsili Lyons, tiba-tiba Thomas sakit dan meninggal di biara Fossanuova, 7 Maret 1274. Paus Yohanes XXII mengangkat Thomas sebagai orang kudus pada tahun 1323.

2.3  Faktor yang melatar belakangi munculnya pemikiran skolastik
1.      Faktor Religius
Maksud faktor religius adalah keadaan lingkungan saat itu yang berkehidupan religius. Mereka beranggapan bahwa hidup di dunia ini suatu perjalanan ke tanah suci Yerussalem, dunia ini bagaikan  negeri asing dan sebagai tempat pembuangan limbah air mata saja (tempat kesedihan). Sebagai Dunia yang menjadi tanah airnya adalah surga.Manusia tidak dapat sampai ke tanah airmya (Surga) dengan kemampuan sendiri, sehingga harus ditolong.
Karena manusia itu menurut sifat kodratnya mempunyai cela atau kelemahan yang dilakukan (diwariskan) oleh Adam, mereka juga berkeyakinan bahwa Isa anak Tuhan berperan sebagai pembebas dan pemberi bahagia.Ia akan memberi pengampunan sekaligus menolongnya. Maka, hanya dengan  jalan  pengampunan inilah manusia dapat tertolong agar dapat mencapai tanah airnya (surga). Anggapan dan keyakinan inilah yang dijadikan dasar pemikiran filsafatnya.


2.      Faktor Ilmu Pengetahuan
Pada saat itu telah banyak didirikan lembaga pengajaran yang diupayakan oleh biara-biara, gereja, ataupun dari keluarga istana. Kepustakaannya diambilkan dari para penulis latin, Arab (Islam), dan Yunani.

2.4 Masa Skolastik
Masa skolastik terbagi menjadi tiga periode, yaitu:
1.      Skolastik awal berlangsung dari tahun 800-1200.
2.      Skolastik puncak berlangsung dari tahun 1200-1300.
3.      Skolastik akhir berlangsung dari tahun 1300-1450.
  1. Skolastik Awal
Sejak abad ke-5 hingga ke-8 Masehi, pemikiran filsafat Patristik mulai merosot, terlebih lagi pada abad ke-6 dan 7 dikatakan abad kacau.Hal ini disebabkan pada saat itu terjadi serangan terhadap Romawi sehingga kerajaan Romawi beserta peradabanya ikut runtuh yang telah dibangun selama berabad-abad.
Baru pada abad ke-8 Masehi, kekuasaan berada dibawah Karel Agung (742-814) dapat memberikan suasana ketenangan dalam bidang politik, kebudayaan dan ilmu pengetahuan, termasuk kehidupan manusia dan pemikiran filsafat yang semuanya menampakkan mulai adanya kebangkitan. Kebangkitan inilah yang merupakan kecemerlangan abad pertengahan, dimana arah pemikirannya berbeda sekali dengan sebelumnya.
Saat ini merupakan zaman baru bagi bangsa Eropa.Hal ini di tandai dengan skolastik yang didalamnya banyak diupayakan pengembangan ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah.Pada mulanya skolastik ini timbul pertama kalinya di Biar Italia Selatan dan akhirnya sampai berpengaruh ke Jerman dan Belanda.
Kurikulum pengajarannya meliputi studi duniawi atau Artes liberals, meliputi tata bahasa, retorika, dialektika( seni berdiskusi), ilmu hitung, ilmu ukur, ilmu perbintangan, dan musik.
Peter Abaelardus ( 1079-1180 )
Ia dilahirkan di Le Pallet, Prancis. Ia mempunyai kepribadian yang keras dan pandangannya sangat tajam sehingga sering kali bertengkar dengan para ahli pikir dan pejabat gereja. Ia termasuk orang konseptualisme dan sarjana terkenal dalam sastra romantic sekaligus sebagai rasionalistik, artinya peranan akal dapat menundukan kekuatan iman.Iman harus mau didahului akal. yang harus dipercaya adalah apa yang telah disetujui atau dapat diterima oleh akal.
Berbeda dengan  Anselmus yang mengatakan bahwa berpikir harus sejalan dengan iman, Abaelardus memberikan alasan bahwa berpikir itu ada di luar iman( di luar kepercayaan). Karena itu sesuai dengan metode dialektika yang tanpa ragu-ragu ditunjukan dalam teologi, yatiu bahwa teologi harus memberikan tempat bagi semua bukti-bukti.
  1. Skolastik Puncak
Masa ini merupakan masa kejayaan skolastik yang berlangsung dari tahun 1200-1300 dan masa ini juga disebut masa berbunga.Masa itu ditandai dengan munculnya Universitas-universitas dan ordo-ordo, yang secara bersama-sama ikut menyelenggarakan atau memajukan ilmu pengetahuan, disamping juga peranan universitas sebagai sumber atau pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Berikut ini pendapat faktor mengapa masa skolastik mencapai puncaknya.
  1. Adanaya pengaruh dari Aristoteles, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina sejak abad ke-12 sehingga sampai abad ke-13 telah tumbuh menjadi ilmu pengetahuan yang lurus.
  2. Tahun 1200 didirikan  Universitas Almamater di Prancis. Universitas ini merupakan gabungan dari beberapa sekolah.
  3. Beridirinya ordo-ordo. Ordo-ordo inilah yang muncul karena banyaknya perhatian orang terhadap ilmu pengetahuan sehingga menimbulkan dorongan yang kuat untuk memberikan suasana yang semarak pada abad ke-13.
  1. Skolastik Akhir
Masa ini ditandai dengan adanya rasa jemu terhadap segala macam pemikiran filsafat yang menjadi kiblatnya sehingga memperlihatkan stagnasi( kemandegan)
William Ockham(1285-1349)
Pendapatnya, pikiran manusia hanya dapat mengetahui barang-barang dan kejadian-kejadian individual. Konsep-konsep atau kesimpulan-kesimpulan unmum tentang alam  hanya merupakan abstraksi buatan tanpa kenyataan. Pemikiran yang demikian ini, dapat dilalui hanya lewat intuisi, bukan logika.
Nicolas causasus ( 1401-1464)
Menurut pendapatnya, terdapat tiga cara untuk mengenal, yaitu lewat indra, akal, dan intuisi. Dengan indra kita akan mendapatkan pengetahuan benda-benda berjasad, yang sifatnya tidak sempurna. Dengan akal kita akan mendapatkan bentuk-bentuk pergertian yang abstrak berdasar pada sajian atau tangkapan indra. Dengan ituisi, kita akan mendapatkan pengetahuan yang lebih tinggi.
















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas kita dapat mengetahui bahwa, pemikiran kaum skolastik menekankan pada kuatnya hubungan ekonomi dengan masalah etika, serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Hal ini disebabkan karena tokoh-tokoh aliran tersebut dipengaruhi dengan kuat oleh ajaran gereja. Pada zaman pertengahan ajaran-ajaran gereja memang  jauh lebih dominan dibanding ekonomi. Begitu juga kontribusi khusus penulis-penulis abad pertengahan terhadap teknik teori ekonomi lemah. Asumsi yang dipakai adalah kepentingan ekonomi adalah sub-ordinat dari pengorbanan serta perilaku ekonomi adalah salah satu aspek perilaku abadi yang terikat dengan aturan-aturan moralitas. Metode pemikiran dari skolastik adalah dengan mempertanyakan sesuatu, kemudian melakukan interpretasi, melakukan proses deduktif dan logika dari pengalaman manusia dengan didasari kejujuran dan kewenangan.
Orang dizaman itu menganggap kekayaan materi perlu sebab, tanpa materi semua orang tidak bisa menghidupi diri sendiri, apalagi menolong orang lain. Bagaimanapun juga, motif ekonomi sangat dikecam, digambarkan dengan kalimat “The Merchant Can Scarely or Never be Pleased to God”. Tokoh-tokoh yang sepaham dengan aliran ini adalah antara lain Peter Abaelardus, Albertus Magnus, Thomas Aquinas, William Ockham, dan Nicolas Cusaus.
3.2  KRITIK DAN SARAN
Demikianlah makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila didalam makalah ini terdapat kesalahan atas kelalaian penulis, maka penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kerena penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan pengetahuan, sehingga makalah ini belum begitu sempurna. Oleh karena itu penulis mohon maaf terutama kepada bapak dosen pengampu yang telah berbaik hati dalam meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu.











DAFTAR PUSTAKA

Deliarnov. 2012. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN EKONOMI (Edisi Ketiga). Jakarta: Rajawali Pers.
Achmadi, Asmoro. 2010. Filsafat Umum. Raja Grafindo Persada: Jakarta
Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebani. 2008. Filsafat Umum. Pustaka Setia: Bandung
PumariksaVanderwijh28Januari2014SEJARAHPEMIKIRANEKONOMI;KaumSkolastik
http://.Pumariksa.blogspot.com/2014/01/sejarah-pemikiran-ekonomi-kaum-skolastik.html?m=1(Diakses Pada Tanggal 29, September 2016)